Skip to main content
Nama                      : Eko Rojana. S.pd.I.,M.A Tempat/Tgl Lahir  : Mendahara Tengah 15-03-1991 Jenis Kelamin       : Laki-Laki Alamat                   : Jl.Palembang RT/RW                    : 006 Kel/Desa                : Mendahara Tengah Kecamatan            :Mendahara Agama                   :Islam Status                     :Bakal Kawin Ayah : M.Arsyad Ibu    :Desmawati Jenjang Pendidikan: 1. SD Mendahara Tengah: 1997-2003 2. MTs Subulussalam: 2003-2006 3. MAK Albaqiatusshalihat: 2006-2009 4. S1 IAIN Bengkulu: 2009-2014 5. S2 UIN SUKA Yogyakarta: 2016-2018 Pekerjaan 1. Dosen B.Arab STIT SB Pari...

Jihad Ilmiah Part 11 - Toleransi Adalah Wajah Indonesia



Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A

Dalam keberagamaan suku bangsa, budaya, etnis dan agama, Indonesia terbukti mampu menjadi satu bangsa dan negara yang utuh hingga kini. Maka, agar keutuhan dan persatuan bangsa ini selalu terjaga, toleransi adalah sikap yang paling dituntut dari setiap warga bangsa Indonesia. Lalu apakah toleransi itu? Meminjam pemikiran Franz-Magnis Suseno (1998:11), toleransi adalah sikap menerima dengan kepenuhan hati akan keberadaan setiap warga bangsa Indonesia dengan seluruh perbedaan latar belakang agama,suku bangsa dan budaya yang dimilikinya.


Dalam arti itu, harmoni dalam hidup keberagamaan hanya mungkin terwujud jika sikap toleransi secara konsisten  diterapkan. Bahkan lebih dari itu, toleransi adalah suatu kebiasaan, bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia yang menerima keberagamaan dengan penuh ketulusan. Toleransi adalah gaya hidup ciri khas bangsa Indonesia.
Sikap toleransi adalah dengan cara kita membahagiakan sesama umat beragama, jangan nodai kebahagian itu dengan latar belakang yang berbeda, hendaknya kita saling bekerja sama dalam hal yang kita sepakati, dan berlapang dada dalam perbedaan.


Ketika Rasul diajarkan lakum dinukum waliyadin "agamu ya agamu agamaku ya agamaku" urusan itu kita punya pengalaman perang antar agama terbesar sedunia thn 825, dikarenakan tidak saling menghargai perbedaan antar umat beragama, yakni antara wangsa sanjaya vs wangsa saylendra. Wangsa sanjaya adalah hindu syiwa sdngkan wangsa saylendra itu bhuda,peristiwa perang ini perang habis2an pada thn 825 di Jawa Tengah, bahkan raja sanjaya tidak mau lagi jadi raja saat itu namanya dulu raja 'Panupuh'. Panupuh keluar dari kerajaan pergi ke India belajar ilmu arsitektur, setelah mendapatkan ilmu kemudian pulang dikenal dengan nama signadharma, sementara saylendra namanya Garung yg kerjanya hanya perang terus menerus hingga akhirnya jadi bodoh semua. Sigarung gelarnya simara tungga yg ingin membangun candi bhuda dan tak punya arsitek,kemudian cari arsitek dapat seorang hindu namanya panupuh tadi gunadharma, berdirilah sebuah candi bhuda,tapi arsiteknya orang hindu maka nuansanya hindu yg dikenal dgn candi Borobudur, akhirnya simara tungga punya anak namanya pramuda whardani yg jatuh cinta dgn panupuh kemudian menikahlah mereka dan akhirnya jadi raja di kerajaan saylendra yg diberi gelar ramai pikatah, kemudian rukun karena itu. Kemudian yg hindu namanya resi kumbahyoni minta di buat akan candi namanya candi prambanan akhirnya hidup rukun.


Kemudian saylendra pindah kepalembang yang dipimpin balaputra dewa yang sudah tidak ribut lagi antar agama yang menghasilkan kerajaan Sriwijaya yg melahirkan kerajaan Bangwetan yang menghasilkan kerajaan besar Karta Negara yg sudah damai dgn antar agama, maka singosari jadi besar dan maja pahit mengetahui itu yg dikukuhkan dlm dengar kebangsaan yg bernama "Bhinika tunggal IKA"  yang menjadi rukun antar agama dan saling menjaga.


Jika ditarik kesimpulan perlu kita menjaga toleransi dan menyenangkan antar umat beragama. Jika kita ingin menyenangkan Tuhan semangkanlah Manusia tanpa memandang suku, ras, agama dan budanyanya, karena Islam adalah proses menuju keselamatan dan Iman adalah proses menuju kedamaian. Itulah yang disebut Islam rahamatil 'alamin, Rahmat bagi seluruh alam.

Comments

Popular posts from this blog