Skip to main content

Posts

Nama                      : Eko Rojana. S.pd.I.,M.A Tempat/Tgl Lahir  : Mendahara Tengah 15-03-1991 Jenis Kelamin       : Laki-Laki Alamat                   : Jl.Palembang RT/RW                    : 006 Kel/Desa                : Mendahara Tengah Kecamatan            :Mendahara Agama                   :Islam Jenjang Pendidikan: 1. SD Mendahara Tengah: 1997-2003 2. MTs Subulussalam: 2003-2006 3. MAK Albaqiatusshalihat: 2006-2009 4. S1 IAIN Bengkulu: 2009-2014 5. S2 UIN SUKA Yogyakarta: 2016-2018 Pekerjaan 1. Kaprodi PIAUD STIT Syekh Burhanuddin Pariaman  2. Dosen UIN Imam Bonjol Padang 3. Dosen STIKes Piala Sakti Pariaman Pengalaman Organisasi -Ketua bidang keorgani...

Materi (فِيْ الدُّكْتُوْرِ)

  فِيْ الدُّكْتُوْرِ أ: صَبَاحُ الْخَيْرِ يَا طَبِيْبٌ! ب: صَبَاحُ النُّوْرِ. أَهْلاً وَسَهْلاً تَفَضَّلْ إِجْلِسْ! أ: شُكْرًا جَزِيْلاً يَا طَبِيْبٌ ب: مَا أَصَابَكَ مِنَ الْمَرِضِ؟ أ: شَعُرْتُ بِالْحُمَّ وَالزُّكَمُ وَالصُّدَاءِ ب: مَتَى أَنْتَ تَشْعُرُ بِذَالِكَ كُلِّهِ؟ أ: تَقْرِيْبًا مُنْذُ خَمسَةِ أَيَّامٍ ب: مِنْ فَضْلِكَ إِخْلِعْ بَعْضُ ثَوْبَكَ واسْتَلْقِ عَلَى السَّرِيْرِ أُرِيْدُ أَنْ أَفْصَحَكَ. إِنْتَظِرْ لَحْظَةً سَأَصِفُ لَكَ الدَّوَاءُ لِتَشْتَرِيَةُ الصَّيْدَلِيَّةِ أ: فِيْ أَيَةٍ صَيْدَلِيَّةٍ سَأَشْتَرِيَ الدَّوَاءَ؟ ب: فِيْ صَيْدَلِيَّةٍ بِسْمِ (الشَّفَاءُ) أ: شُكْرًا جَزِيْلاً يَا طَبِيْبُ ب: بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ وَمَتَّعَكُمْ بِصِحَّتِ دَائِمًا   مُفْرَدَاتٌ وَصْفَةُ الطَّبِيْبِ صِحَةٌ مُخَدِّرٌ مُتَخَصَّصٌ عَانَى، قَاسَى الأَلَمَ حَمْلٌ أَلَمُ الأَسْنَانِ أَلَمُ الْبَطْنِ زُكَّامٌ سُعَالٌ صُدَاءُ الرَّأْسِ أَمْرَاضٌ بَاطِنِيٌّ أَمْرَاضٌ السُّكَّرِ أَمْرَاضٌ التَنَّاسُلِيُّ تُوْبِيرْكُوْلُوْسِيسْ...

Jihad Ilmiah Part 19 - Kaedah Penulisan Kata "di" yang Benar

Oleh:Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Meneulis adalah sebuah pekerjaan menyenangkan bagi sebagian orang. Ingin aktif menulis dan jadi penulis? Maka ingin jadi penulis harus paham penggunaan kata "di". Sebab hal ini menjadi dasar ilmu dalam kepenulisan untuk menghindari kalimat yang salah dalam kepenulisan. Banyak penulis pada prakteknya keliru dalam menempatkan kata di ini, mulai dari anak SD hingga Profesor sekalipun, sering melakukan kesalahan dalam penulisannya. Lantas bagaimanakah kaedah dalam penulisan kata di ini? Mengutip kita PUEBI: Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia oleh Eko Sugiarto (2017), ada dua macam penggunaan kata di, yaitu sebagai kata depan dan kata awalan. 1. Kata di sebagai kata depan. Penulisan kata di sebagai kata depan harus terpisah dari kata yang mengikutinya. Biasanya, di sebagai kata depan digunakan di depan kata benda yang menyatakan tempat, nama, waktu dan lokasi. Umumnya di tulis sebagai kata dari. Misalnya, "Di sini" menjadi "dari sini...

Jihad Ilmiah Part 18 - Negara Agama, Agama Negara dan Negara Sekuler

Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Negara Agama Negara agama ialah Negara yang menjadikan salah satu agama sebagai hukum dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya di beberapa Negara Islam, seperti Saudi Arbia, Kuwait, Syiria, Yordania, Emirat Arab, Maroko, Brunei Darussalam, Replubik Islam Iran, Replubik Isalam Pakistan, dan sejumlah Negara telik lainnya. Meskipun sama-sama mengklaim diri sebagai Negara Isalam tetapi konsep makro    dan mikro negara-negara tersebut tidak identic satu sama lain. Ada yang menganut pola pemerintahan kerajaan daa ada pemerintahan replubik demokratis. Bagi     mereka, disebut apa saja system pemerintahan itu, bila Alquran dan Hadis menjadi konstitusi tertinggi dalam Negara, maka tetap dikatakan sebagai Negara Islam. Agama Negara Ada Negara yang tidak secara eksplisit mengklaim diri sebagai negara tertentu, tetapi mengklaim agama tertentu sebagai agama resmi negara. Bedanya dengan negara Islam, negara ini tetap tidak ingin diklaim s...

Jihad Ilmiah Part 17 - Masyarakat Madani Sebagai Pencerahan

Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Ob sesi masyarakat madani ialah mewujudkan masyarakat yang adil dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Masyarakat madani sebagai sarana pencerahan tidak dapat dilepaskan dari wacana sekularisasi, karena di dalamnya dibicarakan elemen yang perlu mendapatkan ruang dan fungsi. Persoalannya kemudian adalah kecurigaan besar atas makna sekularisasi yang sering diartikan sebagai pemisahan agama dari hal-hal yang bersifat profane ( duniawi ). Tentu saja sekularisasi yang dimaksud pada tataran ini menyangkut pembagian wilayah. Agama harus memberikan ruang pada hal-hal yang bersifat profan dalam masyarakat tetapi tetap merunjuk dan bersandar pada nilai-nilai agama. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu diasingkan dari agama atau sebaliknya, seperti yang terjadi pada masa   aufklarung,  Auguste Comte, dan sebaganya di mana dianggap sebagai penghambat bagi kemoderenan. Masyarakat Barat    sendiri, yang lebih banyak dianggap sebagai pengusung seku...

Jihad Ilmiah Part 16 - Pluralisme Ke Indonesiaan

Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Masyarakat pluralisime adalah suatu masyarakat yang tediri atas unsur dengan subkulturnya masung-masing, lalu menjalin kesepakatan diri suatu komunitas yang utuh. Berbeda yang    heterogen yang unsur-unsurnya tidak memiliki komitmen idiologis yang kuat. Masyarakat pluralisisme tidak hanya sebatas mengakui dan menerima kenyataan kemajemukan masyarakat, tetapi pluralisme harus dipahami sebagai suatu ikatan dan pertalian sejati sebagaimana disimbolkan dalam Bineka Tunggal Ika (bercerai-berai tetapi tetap satu). Pluralism juga harus disertai degan sikap yang tulus menerima kenyataan kemajemukan itu sebagai arti hikmah yang positif. Di sini hadis Nabi Muhammad mempunyai arti yang amat penting, yaitu “perbedaan yang muncul di antara umatku adalah rahmat”. Interaksi dinamis bukan indoktrinasi aktif dari penguasa – dari realitas budaya yang berbeda akan melahirkan sentesa dan konfigurasi budaya keindonesiaan yang unik. Budaya keindonesiaan ini kelak menjadi...

Jihad Ilmiah Part 15 - Wanita Karir Apa Salahnya?

Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Bekerja adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat mendasar. Dilhat dari berbagai sudut, seseorang yang tidak bekerja, entah laki-laki dan perempuan, apa pun alasannya, seolah-olah dianggap cacat dan menjadi bebaban sosial. Bebrbagai asumsi negatif bisa muncul terhadapa orang-orang yang tidak bekerja. Dalam bebrbagai penelitian juga membuktikan bahwa secara psikologis seseorang dalam usia proktif akan mengalami inferiority compex syndrome, kehilangan rasa percaya diri; dan dari sudut agama, orang yang tidak beramal dianggap tidak sempurna keimanannya, karena hampir setiap perintah beriman dibarengi perintah beramal. Struktur sosial masyarakat modren kelihatannya sudah mulai menggeser teori sosial fungsional-struktaralism yang memberikan pembenaran kebahagiaan kerja secara seksual. Ayah atau suami bertugas memenuhi kebutuhan materi keluarga. Dan bukan suatu aib kalau ibu atau istri mengurus persoalan kerumahtanggaan, seperti memelihara anak-anak dan urus...

Jihad Ilmiah Part 14 - Tingkatan 'Amal Menurut Ibnu Athailah

Oleh: Eko Rojana,S.Pd.I,M.A Agama Islam menganjurkam umat manusia untuk berbuat Amal sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Di dalam beramal memiliki tingkatan-tingkatanya. Maka Ibnu Athailah mengatakan di dalam al-Hikam ada tiga tingkatan amal manusia. 1.Syariat Syariat adalah peraturan dan undang-undang yang bersumber wahyu Allah. Perintah dan laranganNya jelas dijalankan untuk kesejahteraan seluruh manusia. Menurut Syekh Al-Hasyimi, syariat dijalankan berdasarkan taklif (beban dan tanggung jawab) yang dipikul kepada orang yang telah mampu memikul beban atau tanggung jawab (mukallaf). Perlu kita ketahui syariat tersebut memiliki langkah-langkah sebagai berikut: a. Taubat Taubat adalah kembali kepada Allah SWT dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakukan sama ada dosa besar maupun dosa kecil serta memohon ampunan dari Allah SWT. Setelah melakukan taubat maka langkah selanjutnya adalah taqwa. b. Taqwa Taqwa menurut Tafsir Ibnu Katsir adalah menaati Allah S...

Popular posts from this blog