Skip to main content

Posts

Nama                      : Eko Rojana. S.pd.I.,M.A Tempat/Tgl Lahir  : Mendahara Tengah 15-03-1991 Jenis Kelamin       : Laki-Laki Alamat                   : Jl.Palembang RT/RW                    : 006 Kel/Desa                : Mendahara Tengah Kecamatan            :Mendahara Agama                   :Islam Jenjang Pendidikan: 1. SD Mendahara Tengah: 1997-2003 2. MTs Subulussalam: 2003-2006 3. MAK Albaqiatusshalihat: 2006-2009 4. S1 IAIN Bengkulu: 2009-2014 5. S2 UIN SUKA Yogyakarta: 2016-2018 Pekerjaan 1. Kaprodi PIAUD STIT Syekh Burhanuddin Pariaman  2. Dosen UIN Imam Bonjol Padang 3. Dosen STIKes Piala Sakti Pariaman Pengalaman Organisasi -Ketua bidang keorgani...

Jihad Ilmiah Part 8 - Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)

Segala yang ada di dunia ini akan musnah dan kita semua akan menuju ke alam berikutnya yaitu hari akhir, suatu kehidupan yang kekal tiada berakhir. Semua jiwa pasti akan kembali kepada pemilik dam penciptanya yaitu Allah Swt. Setelah ditiup sangkakala yang kedua seluruh manusia dibangkitkan dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan tidak membawa apa pun, tidak beralas kaki, tidak berbusana.  H ari itu, kita semua akan dihadpakan kepada Allah Swt dan tidak ada satu pun diantara kita bisa bersembunyi dari-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,  يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18) Sementara itu di Akhirat klak kita diperluhatkan juga amal-amal yang kita lakukan ketika di dunia. Tidak satu pun amal-amal kita tida yang tidak dibalas oleh Allah Swt walaupun itu sebesar biji zarah. Nantinya, mulut manusia tidak dapat berdusta karen...

Jihad Ilmiah Part 7 - Kalimat Imperatif Surat An-Nisa Ayat 3 Analisis Pragmatik

Alquran bukanlah merupakan suatu kumpulan dari berbagai macam karya sastra, puisi, prosa, sajak maupun yang lainnya. Namnun dalam berbagai literatur kesusteraan Arab, nilai seni dan kulaitas kesusteraan tiada satupun yang dapat menandingi susunan bahasa alquran digubah menurut keindahan bahasa Ilahiyah yang mengagumkan setiap orang yang membaca dan mendengarkannya   (Muh. Chadziq Charisma, 1991) . Di dalam alquran banyak menggunakan beragam kalimat, antara lain kalimat deklaratif (kalam khabar) , kalimat introgatif (kalam istifham) , dan kalimat imperatif (kalam amr) . Kalimat deklaratif adalah kalimat yang dipakai jika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap pada waktu ia ingin menyampaikan informasi kepada lawan tuturnya . Kalimat introgratif adalah kalimat pertanyaan yang dipakai jika penutur ingin memperoleh imformasi atau reaksi jawaban yang di harapkan (Mardjoko Idris, 2016) . Kalimat imperatif adalah kalimat atau verba yang mengungkapkan makna perintah a...

Jihad Ilmiah Part 6 - 6 Perkara yang Akan Merusak Amal Kita

Ada enam perkara yang akan merusak amal kebaikan kita: A. Al istighlal bi'uyibil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) Ada diktum "Susah melihat orang senang, senang melihat orang susah". Begitulah kura-kura eh salah kira-kira😀 fenomena yang terjadi dikalangan kita. Penyakit ini memang susah dihilangkan ketika kumpul-kumpul bersama teman adalah mengunjing, membicarakan orang. Apalagi jika circle pertemanan kita bukan orang shalih. Maka kemungkinan membuka aib orang lain dalam perbincangan semakin terbuka lebar. Itulah manusia, seringkali tidak becermin akan aib sendiri. Namun lebih senang mencari-cari aib orang lain (Al istghlal bi’uyubil kholqi. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. Allah Ta’ala berfirman : ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan ber...

Jihad Ilmiah Part 5 - Cara Melembutkan Hati yang Keras

Hati juga ternyata juga bisa mengeras. Kerasnya hati tersebut bisa berwujud pada munculnya beberapa penyakit hati sperti sombong, keras kepala, dan penyakit hati lainnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْـنَةً لِّـلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّا لْقَا سِيَةِ قُلُوْبُهُمْ ۚ وَ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَا قٍۢ بَعِيْدٍ  "Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh,"(QS. Al-Hajj 22: Ayat 53). Untuk menghidari penyakit  qaswatul qolb, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita setidaknya tiga hal. Pertama, Pandailah bersyukur. Suatu hari, Seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Akhir-akhir ini aku merasakan hatiku keras, Rasulullah ini aku merasakan hatiku keras, Rasulullah SAW kemudian berkata, "Maukah engkau kuber...

Jihad Ilmiah Part 4 - Dunia Hanyalah Sementara Dan Akhirat Selamanya

Sering kali kita lupa akan hakikat kita diciptakan. Kita diciptakan bukan semata-semata untuk memperkaya diri atau meninggikan jabatan, juga bukan untuk mengejar cinta manusia. Allah Ta'ala lah tujuan hidup yang sebenarnya. Kita diperintahkan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan yang lain, lihat Az-Dzariyat:56. Tapi, kebanyakan dari kita malah senantiasa melupakan-Nya, lebih mengutamakan dunia dan seisinya. Waktu yang diberikan oleh-Nya, hannya habis dipakai untuk mengejar dunia, hanya sedikit waktu yang kita punya untuk bemesraan dengan-Nya. Kenikmatan dan keindahan yang ditawarkan dunia terasa amat menyenangkan. Sehingga, kita lupa dan lalai akan kewajiban yang lebih memilih terus melakukan pekerjaan dikala adzan sudah berkumandang. Tak jarang, kita menunda shalat karena lelah yang menjadi alasan. Ya, kita merasa Lelah saat dihadapkan dengam lewajiban beribadah kepada-Nya. Namun, kita jarang sekali merasa lelah ketika sedang "berlari" mengejar dunia. Seharusnya kita ...

Jihad Ilmiah Part 3 - Nikmat yang Dimintai Pertanggung Jawaban

Yogyakarta 2017 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,  ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ Ayat ini tentu sering kita baca atau kita dengar. Berkaitan dengan ayat ini, ada sebuah riwayat. Disebutkan bahwa Baginda Rasulullah SAW. Itu sering dilanda rasa lapar karena seringnya beliau tidak mendapati makanan di rumahnya. Saat tidak punya makanan di rumahnya, beliau pun berpuasa. Beliau tidak sedih atau galau kerena 'musibah' rasa lapar itu. Lalu pada saat ada sahabat yang mengirim kurma kepada beliau, bukannya bergembira beliau malah kelihatan sedih dan galau, seraya mengingatkan kembali ayat di atas. Begitulah sikap Rasulullah SAW. Saat mendapatkan nikmat. Mengapa? Karena terkait nikmat Allah berikan kepada manusia, sekecil apapun akan dimintai pertanggung jawaban. Nikmat yang dimaksud tentu saja adalah seluruh kelezatan dunia (Lihat: As-Suyuti, Durr al-Mantsur, X/337). “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di ...

Jihad Ilmiah part 2 - "Bertakwa Dengan Berdoa Setiap Malamnya"

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ  "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,"(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 15) Literatul di atas mengisyaratkan bahwa orang yang bertakwa kepada Allah SWT berada dalam surga-surga besar dan mata air-mata air yang mengalir. Allah memberi mereka segala keinginan mereka dan bermacam kenikamatan yang diberikan kepada mereka. Mereka menerimanya dengan penuh kerelaan, jiwa mereka berbahagia. Sesungguhnya sebelum mereka menerima kenikmatan ini adalah orang-orang yang berbuat baik di dunia dengan amal-amal shaleh mereka. Sebagaimana Allah telah berfirman di ayat berikutnya: اٰخِذِيْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَ  "mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,"(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 16) Mereka yang akan menerima...

Popular posts from this blog